rio.guia.deus!

  • Random
  • Archive
  • RSS
  • Ask me anything

tentang cita-cita (part 1)

bismillah.

saat itu umur saya hanya masih sekitar 6 tahun. rambut saya masih lurus, masih belajar di taman kanak-kanak. saya yang berpipi tembam dan doyan minum susu itu masih sangat ketergantungan kepada seorang nenek, saya memanggilnya dengan sebutan ‘mbah’. ya, keluarga saya jelas berdarah Palembang-Jawa, dan satu-satunya adat Jawa yang tinggal dalam kebiasaan kami di rumah adalah kata ganti atau sebutan bagi sesama anggota keluarga. dan ya, suatu waktu mbah telah mengarahkan saya atas cita-cita yang menjadi jati diri saya, bahkan sampai sekarang. mungkin.

suatu pagi, saya dan rambut saya yang sudah panjang itu dibawa oleh orang tua laki-laki saya, saya memanggilnya Papa. agak aneh sebenarnya, biasanya orang Palembang menggunakan kata ‘ayah’ untuk panggilannya kepada orang tua laki-lakinya, atau menggunakan kata ‘bapak’, seperti kebanyakan yang etnis Jawa gunakan di Palembang.

Pagi itu, Papa sudah membuat arahan besar bagi diri saya pribadi. dengan mobil, saya dibawa ke tukang cukur di daerah terminal dan pasar di dekat rumah saya. umur saya masih sama, sekitar 6 tahunan, dan masih belajar di taman kanak-kanak. sesampai kami di tukang cukur, Papa memberikan permintaan model atas rambut saya, dan tidak disangka, Papa meminta tukang cukur untuk mencukur cepak rambut saya. jikalau waktu itu saya tahu bahwa rambut saya akan menjadi keriting dan kribo seperti sekarang, saya akan sering menolak rambut saya dicukur seperti itu. tapi hari itu beda.

setelah dicukur, Papa menepuk-nepuk pundak saya dan membangga-banggakan saya di depan tukang cukur. ‘jagoan kecil saya nih…’, ‘wahh…wah… mau jadi apa nanti kalo udah gede?’ karena pengaruh pujian Papa dan cukuran tukang cukur, saya dengan polos membisik; ‘jadi ABRI pak…’. dan semenjak itu lah, jikalau saya ingat-ingat sekarang, saya mengambil pelajaran moral bagi diri saya pribadi: berhati-hatilah terhadap pujian, karena bisa jadi pujian membuatmu menjadi seperti seseorang sebenarnya bukan keinginanmu.

(bersambung)

    • #cita-cita
    • #refleksi
  • 6 months ago
  • 1
  • Permalink
  • Share
    Tweet

1 Notes/ Hide

  1. riopale posted this
← Previous • Next →

Portrait/Logo

About

bismillah...
yes, you will understand me when you know me.
I'm a muslim, and a writer-wanna-be who love to read. ah, whatever...
anyway, please enjoy my things here!

Pages

  • Profil Saya

Me, Elsewhere

  • @@RioPale12 on Twitter
  • Facebook Profile

Twitter

loading tweets…

Following

I Dig These Posts

See more →
  • Photoset via radicalijtihad

    fleurdelalune:

    khatman:

    Sooraya Qadir, the niqabi Afghan mutant whom is fluent in Arabic and English and despite her attempts at...

    Photoset via radicalijtihad
  • Video via farahmafaza
    Video
    Video via farahmafaza
  • Photo via ranniemursanti

    WE STILL PROUD OF U, U-23. :*
    GARUDA DI DADAKU. <3

    Photo via ranniemursanti
  • Quote via ristiani
    “

    Perumpamaan kita di jalan ini seperti ombak yang mengepung di berbagai penjuru.
    Bahtera yang menembus berbagai gelombang, seperti jalan yang harus...

    ”
    Quote via ristiani
  • Post via thebeautyofislam
    RAMADAN COUNTDOWN: 60 days remain till Ramadan 1432H, insha'Allaah

    InshAllah we all live till then and make the best of it.

    Post via thebeautyofislam
  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask me anything
  • Mobile

Effector Theme by Carlo Franco.

Powered by Tumblr