belakangan
bismillah…
beberapa jam yang lalu, hari ini, terpaksa banget saya berangkat ke kampus. belakangan, saya mual-mual kalau berpikiran, berurusan, dan bahkan memegang jagung. ya, jagung mengingatkan saya tentang nasib saya sebagai calon sarjana, penelitian saya. selain itu, saya juga mulai pusing-pusing kalau-kalau orang yang bertemu di mana pun mulai menyindir-nyindir sebuah hari di pekan ini, yang mungkin akan menjadi salah satu hari yang tersangkut di kepala saya di masa depan. tapi saya tidak bisa cerita itu hari apa dan tentang apa (dan hal inilah yang paling menyakitkan di kepala). kembali ke topik, tadi, abang sekaligus temen saya seminar usulan penelitian. dan wow, seminarnya GITU DOANG. kaya presentasi tugas kuliah aja di kelas. padahal galaunya minta ampun persiapannya.
sebelum berangkat, karena beberapa alasan di atas, kepala saya pusing dan perut saya mual sepagian. tentu bukan dalam arti sebenarnya. pagi tadi setelah ritual pagi dan stuck di depan laptop, saya mulai mencari cara supaya tidak mual-pusing lagi, karena sebenarnya saya harus membantu seorang teman satu tim mengerjakan sesuatu yang membuat mual ini. kemudian sambil bangun malas-malas, memutuskan untuk tidak bertambah mual (maaf ya, buat temen-temen tim saya) muncul pikiran di kepala saya; ‘baca al-wafi aja deh’ al-wafi adalah kitab syarah, penjelasan hadits arbain udah lama banget saya beli, tapi belom kelar-kelar bacanya. sampai ke suatu poin di hadits ke-18, ada penjelasan yang mengutip Al-Qur’an;
; ‘apa saya harus ke santolo sendirian?’ karena memang juga saya harus survey kesana terkait program kerja yang belum beres di lembaga dakwah fakultas itu. ‘kan lumayan, survey sambil ngilangin stress liat pasir putih’. tapi kemudian saya batalin niat itu. buang-buang tenaga juga, kalo cuma ngelepas stress dan ga nyelesain masalah.
sampe di kampus, satu lagi seorang abang sekaligus temen nyambut dan nyapa; ‘le, kenapa? mukanya ko murem banget? lagi sakit ya?’. saya senyum aja. UP berjalan, kemudian saya pulang, dan solat dzhuhur. dan yes! saya baru sadar tentang ayat yang di al-wafi tadi. jadilah saya isi doa setelah solat dengan memohon kemampuan untuk bisa mengabdi lebih kepada Allah SWT.
sadarnya saya akan ayat di al-wafi yang seolah-olah Allah SWT langsung mengajarkan dan menampar saya ini mengulang lagi beberapa kejadian yang sama. saat butuh sesuatu, entah itu tilawah atau baca yang lain, ketemu aja jawabannya di Qur’an. subhanallah-walhamdulillah… luar biasa kawan, rasanya kayak Allah bicara langsung sama kita. bayangin aja, ditengah mual-pusing yang disingkat jadi galau itu, Allah tunjukkin jalannya;
hah… speechless. dan sebenernya, saya males buat berbagi di sini, tapi saya rasa, enak juga kalo pengalaman kaya gini dibagi.
terakhir, yeah, saya, kamu, elo, anda, kalian, kita semua, bukanlah manusia yang sempurna. mungkin kita suatu saat menjadi heran, kenapa orang-orang sedikit berperilaku berlebihan kepada kita, tapi yang penting, rasa kita bahwa Allah maha melihat dan maha mengetahui hati kita harus tetep kita jaga.
hah…
alhamdulillah, semoga bermanfaat.
Allahu’alam.
