bismillah…
berita hari ini, seorang mahasiswa tingkat akhir memenuhi janjinya untuk bertemu dengan dosen pembimbing keduanya di kampus. tentu saja, sebagai mahasiswa tingkat akhir, pertemuan kali ini ia berniat untuk mendiskusikan penelitiannya yang sudah lama tergantung-gantung itu. konon walau belum secara resmi mundur, tapi ia sudah ditolak oleh dosen pembimbing pertamanya untuk kembali bergabung dengan timnya.
pagi itu, pukul 9.15 si mahasiswa datang - dengan ‘jam karet mahalnya’ - ke kampus untuk bertemu dengan ibu dosen pembimbing keduanya yang ramah. setelah bertemu dengan seorang senioran di organisasinya dulu, dan bercakap sebentar akhirnya ibu dosen pun datang. dengan kikuk, karena ibu dosen ternyata lupa bawa kunci, akhirnya ibu dosen meminta senior si mahasiswa untuk mencarikan office boy di kampus itu. pintu terbuka, dan dari tadi pun mahasiswa dan ibu dosen sudah sedikit bercakap-cakap.
“jadi begini rio (nama sebenarnya si mahasiwa), kamu itu sudah bukan mahasiswa bimbingan saya lagi… dulu itu memang, tapi setelah mahasiswa temen sejurusan kamu banyak yang udah mulai penelitian, dan ikut penelitian saya, saya digantikan dengan pak M”.
si mahasiswa ini agak ciut hatinya, mengenang pak M adalah dosen senior yang menjabat peran penting di fakultasnya, yang berdasarkan berita terakhir, beliau juga sudah kehabisan materi untuk diteliti oleh mahasiswa bimbingannya. ditambah lagi track record - yang sesungguhnya hal ini off record - beliau yang sering membuat mahasiswi menangis ketika ditanyai detil dan tidak bisa menjawab dihadapannya. tapi ia adalah mahasiswa, bukan mahasiswi, jadi itu tidak terlalu membuatnya stress, tapi cukup menambah pikirannya.
dilangkahkan lemas kakinya menuju kamar kosnya di jalan ahmad syam jatinangor, menurut sumber, kosnya bernama pondok shorea. di kamarnya, sendiri, ia berusaha menghibur diri, dibukanya koleksi filmnya, dipilihnya film republiktwitter yang memang belum ditonton olehnya. setelah sedikit terhibur, akhirnya kembali ia dibuat sedikit meletup hatinya setelah kakak tingkatnya yang hafalan qurannya agak banyak itu kembali menyebut kamarnya sebagai sebuah sekretariat organisasinya, seperti tempelan kertas yang dari sepulang tadi ia lihat. selembaran itu berbunyi,
“sekretariat FKDF,tempat pengambilan spanduk ramadhan”ditambah logo organisasi itu yang digambar sembarangan, tapi wartawan kami tidak berhasil mendapatkan fotonya karena selembaran itu kami anggap terlalu vulgar.
kemudian kakak tingkatnya itu menaruh cermin berukuran sedang ditaruh di kamarnya dengan sangat sembarangan. jadilah kamarnya yang berantakan karena barang-barang organisasi itu tambah berantakan. tapi ia tidak ingin mengamuk, akhirnya ia bangun dan mengelap dakocan, sepedanya. ia lampiaskan kekesalannya dengan kebut-kebutan di jalan raya dengan sepedanya, sampai azan ashr menghendakinya solat terlebih dahulu.
sesaat kemudian ia sudah berada di lahan temannya, ia sudah janji untuk membantunya mengukur pohon cabai punya temannya itu, namun kemudian, dua teman perempuannya tidak jadi ikut. parahnya, ia sudah mengukur 60 tanaman, padahal temannya, si empunya penelitian, menghendakki 40% nya saja, dari beberapa ratus tanamannya. ini berkat dua temannya yang tak datang dan tak memberi tahu apa-apa itu. tapi ya sudahlah, pikirnya. besok teman lain akan melanjutkannya.
terakhir, malam ini, wartawan kami melaporkan, bahwa ia baru saja dikerjai oleh dua teman perempuannya tadi. ia sempat kesal, membalas sms mereka dengan jujur dan sedikit menohok dan barulah ketahuan, ternyata mereka hanya berniat mengerjai untuk menghibur. walaupun ternyata ia tidak terhibur. bisa jadi hari ini adalah hari yang paling mengajarkan kesabaran padanya. dan menurut hasil wartawan paparazzi kami, ia sekarang sedang bersama seorang senioran di organisasinya sekarang, seorang mahasiswa farmasi. foto di atas ini adalah fotonya. asli, baru saja diambil.
demikian berita hari ini.
